Partisipasi politik bukanlah hal yang asing bagi kalangan masyarakat. Sebab, ada banyak bentuk partisipasi politik yang biasa dilakukan masyarakat. Salah satu contoh yang paling sederhana adalah ikut memberikan suara dalam kegiatan pemilihan umum. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian partisipasi politik, ciri-ciri partisipasi politik, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik, bentuk-bentuk partisipasi politik, dan jenis-jenis partisipasi politik berikut ini.

Pengertian Partisipasi Politik

Pengertian Partisipasi Politik, Ciri, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Bentuk, dan Jenisnya
Pengertian Partisipasi Politik

Pengertian partisipasi politik secara umum adalah kegiatan yang dilakukan oleh warga negara baik itu secara perorangan ataupun berkelompok dalam bidang politik. Adapun kegiatan yag bisa dianggap sebagai bentuk partisipasi politik adalah pemberian suara dalam ajang pemilihan umum, menjadi anggota partai politik, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah pengertian partisipasi politik menurut para ahli:

1. Menurut Herbert McClosky

Pengertian partisipasi politik menurut Herbert McClosky adalah kegiatan yang dilakukan warga negara secara sukarela, di mana mereka ikut ambil bagian dalam proses pemilihan pemimpin dan terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam kegiatan yang membentuk kebijakan-kebijakan umum.

2. Menurut Huntington dan Nelson

Pengertian partisipasi politik menurut Huntington dan Nelson adalah kegiatan yang dilakukan tiap-tiap warga negara dengan tujuan untuk mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh pemerintah. Kegiatan partisipasi ini bisa bersifat individual atau kelompok, bisa berkelanjutan atau sporadis, bisa damai atau dengan kekerasan, bisa bersifat legal atau ilegal, serta bisa berjalan dengan efektif atau tidak efektif.

3. Menurut Miriam Budiardjo

Pengertian partisipasi politik menurut Miriam Budiardjo adalah kegiatan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dalam kegiatan politik, dengan cara memilih pemimpin dan terlibat secara langsung ataupun tidak langsung dalam hal mempengaruhi kebijakan yang dibuat pemerintah.

4. Menurut Norman H. Nie dan Sidney Verba

Pengertian partisipasi politik menurut Norman H. Nie dan Sidney Verba adalah kegiatan warga negara yang bersifat legal, yang dilakukan dengan tujuan untuk mempengaruhi pemilihan pejabat negara dan juga tindakan yang diambil oleh pejabat negara.

Ciri-Ciri Partisipasi Politik

Pengertian Partisipasi Politik, Ciri, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Bentuk, dan Jenisnya
Ciri-Ciri Partisipasi Politik

Berikut ini adalah ciri-ciri partisipasi politik yang perlu kamu ketahui:

1. Berupa kegiatan atau perilaku warga negara yang bisa diamati secara fisik.

2. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mempengaruhi pemerintah sebagai pihak pembuat dan pelaksana keputusan politik.

3. Kegiatan yang berhasil ataupun gagal dalam mempengaruhi pemerintah termasuk dalam konsep partisipasi politik.

4. Kegiatan tersebut bisa dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung. Kegiatan langsung artinya seseorang mempengaruhi pemerintah tanpa menggunakan perantara. Sedangkan kegiatan tidak langsung artinya seseorang mempengaruhi pemerintah melalui pihak perantara yang dianggap bisa meyakinkan pemerintah.

5. Kegiatan tersebut bisa dilakukan melalui prosedur wajar ataupun kekerasan.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Politik

Pengertian Partisipasi Politik, Ciri, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Bentuk, dan Jenisnya
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Politik

Menurut Nimmo, ada beberapa faktor yang mempengaruhi keikutsertaan seseorang dalam partisipasi politik, antara lain sebagai berikut:

1. Peluang resmi, yaitu kesempatan seseorang untuk terlibat dalam partisipasi politik telah didukung oleh kebijakan yang dibuat pemerintah.

2. Sumber daya sosial, artinya partisipasi seseorang ditentukan oleh kelas sosial dan perbedaan geografis. Faktanya, tak semua orang memiliki peluang yang sama untuk terlibat dalam kegiatan politik. Selain perbedaan demografis, ada sejumlah perbedaan dalam diri partisipan, seperti usia, jenis kelamin, suku, wilayah tempat tinggal, agama, dan lain sebagainya.

3. Motivasi personal, merupakan motif yang mendasari seseorang untuk terlibat dalam kegiatan politik. Motif tersebut bisa disengaja atau tidak sengaja.

Baca Juga: Pengertian Bahasa, Sejarah Terbentuknya, Fungsi, dan Strukturnya.

Bentuk-Bentuk Partisipasi Politik

Pengertian Partisipasi Politik, Ciri, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Bentuk, dan Jenisnya
Bentuk-Bentuk Partisipasi Politik

Menurut Huntington dan Nelson, partisipasi politik bisa terwujud dalam berbagai bentuk kegiatan atau perilaku, yaitu sebagai berikut:

1. Elektoral Activity, meliputi pemberian suara, pemberian sumbangan untuk kampanye, mencari dukungan, ataupun tindakan lain yang dilakukan dengan tujuan untuk mempengaruhi hasil pemilihan umum.

2. Lobbying, merupakan upaya yang dilakukan perorangan atau kelompok untuk menghubungi pejabat pemerintahan atau pemimpin politik dengan tujuan untuk mempengaruhi kebijakan mereka tentang persoalan yang berkaitan dengan kepentingan umum.

3. Kegiatan organisasi, meliputi partisipasi yang dilakukan anggota dalam suatu organisasi, yang bertujuan untuk mempengaruhi keputusan yang dibuat pemerintah.

4. Mencari koneksi (contacting), merupakan tindakan yang dilakukan seseorang untuk menghubungi pejabat pemerintah dengan tujuan untuk memperoleh manfaat bagi satu atau sekelompok orang.

5. Tindakan kekerasan (violence), merupakan upaya untuk mempengaruhi kebijakan yang dibuat pemerintah dengan cara menimbulkan kerugian fisik pada orang atau benda.

Jenis-Jenis Partisipasi Politik

Menurut Milbrath dan Goel, partisipasi politik dibedakan menjadi beberapa jenis:

1. Partisipasi Apatis

Partisipasi apatis merupakan orang yang menarik diri dari kegiatan politik.

2. Partisipasi Spektor

Partisipasi spektor merupakan orang yang pernah terlibat dalam kegiatan pemilihan umum.

3. Partisipasi Gladiator

Partisipasi gladiator merupakan orang yang terlibat aktif dalam kegiatan politik, contohnya seperti aktivis masyarakat, anggota partai politik, pekerja kampanye, dan lain sebagainya.

4. Partisipasi Pengkritik

Partisipasi pengkritik merupakan anggota masyarakat yang berpartisipasi dalam bentuk yang tidak konvensional.

Sedangkan menurut Goel dan Olsen, partisipasi politik dibagi menjadi lima jenis:

1. Pemimpin politik

2. Aktivitas politik

3. Komunikator, yaitu orang yang menerima dan menyampaikan ide atau informasi politik kepada orang lain.

4. Warga negara marjinal, yaitu orang yang melakukan kontak secara terbatas dengan sistem politik.

5. Orang-orang yang terisolasi, yaitu orang yang jarang sekali melakukan partisipasi politik.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian partisipasi politik, ciri-ciri partisipasi politik, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik, bentuk-bentuk partisipasi politik, dan jenis-jenis partisipasi politik yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai partisipasi politik.