Banyak orang yang masih belum paham tentang arti kata persediaan. Barang-barang yang harusnya masuk menjadi aset malah dimasukkan ke dalam persediaan. Padahal, persediaan memiliki makna tersendiri. Maka dari itu, simak pembahasan lengkap tentang pengertian persediaan, fungsi persediaan, jenis-jenis persediaan, sistem pencatatan persediaan, dan penentuan kuantitas persediaan berikut ini.

Pengertian Persediaan

Pengertian Persediaan, Fungsi, Jenis, Sistem Pencatatan, dan Penentuan Kualitasnya
Pengertian Persediaan

Persediaan merupakan segala jenis barang yang menjadi objek pokok aktivitas perusahaan yang tersedia untuk diolah dalam proses produksi atau siap untuk dijual ke masyarakat. Berikut ini adalah pengertian persediaan menurut para ahli:

1. Menurut Schroeder (2000)

Pengertian persediaan menurut Schroeder adalah stok bahan yang digunakan untuk memudahkan produksi atau untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

2. Menurut Rangkuti (2004)

Pengertian persediaan menurut Rangkuti adalah suatu aktiva yang terdiri atas barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha, atau stok barang yang masih dalam proses produksi, atau stok bahan baku yang bakal digunakan dalam kegiatan produksi.

3. Menurut Johns dan Harding (2001)

Pengertian persediaan menurut Johns dan Harding adalah suatu keputusan investasi yang sangat penting sehingga diperlukan sikap hati-hati.

4. Menurut Kusuma (2009)

Pengertian persediaan menurut Kusuma adalah barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada periode waktu mendatang.

5. Menurut Zaki Badridwan (2000)

Pengertian persediaan menurut Zaki Badridwan adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan barang-barang yang dimiliki untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi barang-barang yang akan dijual.

Fungsi Persediaan

Pengertian Persediaan, Fungsi, Jenis, Sistem Pencatatan, dan Penentuan Kualitasnya
Fungsi Persediaan

Persediaan barang memiliki fungsi yang sangat penting bagi perusahaan. Adapun fungsi persediaan bagi perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Fungsi Decuopling

Fungsi decuopling adalah fungsi perusahaan untuk mengadakan persediaan decouple, dengan melakukan pengelompokkan operasional secara terpisah-pisah.

2. Fungsi Economic Size

Artinya penyimpanan persediaan dalam skala besar karena pertimbangan adanya diskon pembelian bahan, diskon atas kualitas yang digunakan dalam proses konversi, serta didukung oleh kapasitas gudang yang memadai.

3. Fungsi Antisipasi

Fungsi antisipasi adalah penyimpanan persediaan bahan yang berfungsi untuk penyelamatan apabila terjadi keterlambatan datangnya pesanan bahan dari supplier. Jika perusahaan tidak memiliki persediaan barang dan supplier terlambat mengirim barang, maka bisa saja pembeli akan kecewa dan berpaling ke perusahaan lain.

Jenis-Jenis Persediaan

Pengertian Persediaan, Fungsi, Jenis, Sistem Pencatatan, dan Penentuan Kualitasnya
Jenis-Jenis Persediaan

Jika dilihat dari segi fisik, persediaan dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Persediaan bahan mentah

Persediaan bahan mentah merupakan persediaan bahan yang masih belum memuat elemen-elemen biaya. Contohnya adalah persediaan kayu gelondongan pada pabrik furniture.

2. Persediaan komponen-komponen rakitan

Persediaan semacam ini sangat mudah ditemukan di industri elektronik dan otomotif. Terlebih setiap pabrik elektronik atau otomotif biasanya memiliki pabrik perakitannya sendiri. Dalam sebuah pabrik perakitan, terdapat berbagai jenis persediaan komponen-komponen rakitan. Contohnya bisa kamu lihat pada pabrik laptop, di dalamnya pasti ada komponen seperti harddisk yang bisa dirakit bersama dengan komponen lainnya untuk menjadi sebuah laptop.

3. Persediaan bahan pembantu (persediaan bahan penolong)

Persediaan bahan pembantu merupakan persediaan bahan selain komponen barang jadi yang sangat dibutuhkan dalam proses produksi.

4. Persediaan dalam proses

Persediaan dalam proses biasanya disebut sebagai persediaan setengah jadi. Persediaan ini merupakan hasil keluaran dari tiap-tiap proses, tapi masih belum sempurna, sehngga perlu dilakukan proses pengolahan lagi.

5. Persediaan barang jadi

Persediaan barang jadi merupakan barang yang tak memerlukan pengolahan lagi. Barang ini siap untuk dipasarkan dan dijual ke masyarakat, di mana semua unsur biaya produksi telah melekat dalam barang tersebut.

Sistem Pencatatan Persediaan

Pengertian Persediaan, Fungsi, Jenis, Sistem Pencatatan, dan Penentuan Kualitasnya
Sistem Pencatatan Periodik

Sistem pencatatan persediaan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Sistem pencatatan periodik

Sistem pencatatan periodik lebih mudah dilakukan untuk perusahaan yang memiliki sistem yang belum terpadu. Sistem ini sangat sederhana bagi perusahaan kecil yang memiliki jumlah karyawan terbatas. Pasalnya, sistem ini hanya mengharuskan akunting untuk mencatat penjualan sesuai dengan bukti transaksi. Di akhir bulan, akunting wajib mengecek persediaan barang yang ada di gudang untuk mengetahui berapa sisa persediaan setelah transaksi jual-beli selama satu periode pencatatan.

2. Sistem pencatatan perpetual

Sistem pencatatan perpetual adalah sistem pencatatan yang dicatat langsung pada saat transaksi jual-beli tengah berlangsung. Dengan kata lain, semua akun dapat langsung diketahui pada saat transaksi berlangsung. Sistem yang satu ini lebih rumit daripada sistem pencatatan periodik karena akuntan wajib memasukkan jurnal harga pokok. Tak heran bila jarang ada perusahaan retail yang memilih sistem pencatatan persediaan dengan sistem perpetual. Kendati demikian, sistem pencatatan perpetual memiliki kelebihan karena tidak memakan banyak waktu seperti sistem pencatatan periodik.

Baca Juga: Pengertian Reklamasi, Tujuan, Manfaat, Dampak, Proses dan Metode, Serta Contohnya.

Penentuan Kuantitas Persediaan

Pengertian Persediaan, Fungsi, Jenis, Sistem Pencatatan, dan Penentuan Kualitasnya
Penentuan Kuantitas Persediaan

Untuk menghitung kuantitas persediaan, maka tentu saja hal yang perlu dilakukan adalah menghitung persediaan fisik yang ada di gudang. Demi menghindari kecurangan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat melakukan perhitungan persediaan fisik yang ada di gudang:

1. Perhitungan harus dilakukan oleh karyawan yang independen, artinya ia tak bertanggung jawab atas persediaan barang di gudang.

2. Harus ada kejelasan untuk jumlah persediaan yang ada dalam setiap kemasan, baik itu memakai berat ataupun jumlah barang.

3. Setiap persediaan dilakukan penomoran agar lebih mudah dalam melakukan perhitungan.

4. Menunjuk satu orang kepala untuk bertanggung jawab atas hasil hitungan persediaan tersebut.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian persediaan, jenis-jenis persediaan, sistem pencatatan persediaan, dan penentuan kuantitas persediaan yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai persediaan.